Guru Besar yang Berjuang Lawan Stroke dengan Alat Ciptaannya

 

img
Prof Tati (dok. facebook)

Jakarta, Stroke memang bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali orang yang berpendidikan tinggi. Jika ditangani cepat, stroke bisa disembuhkan meskipun prosesnya lama. Seperti apa bila orang pintar terkena stroke?

Prof Dr Ir Tati R Mengko adalah salah satu contoh orang yang selamat dari stroke atau disebut dengan stroke survivors, yang menyerangnya enam tahun yang lalu. Karena terkena stroke itulah akhirnya sang guru besar menciptakan alat untuk penderita stroke.

“Waktu itu saya masih menjabat sebagai dekan dan seingatnya saya, saya tidak memiliki masalah kesehatan dan saya juga tidak gemuk. Jadi saya tidak mengira kalau saya punya kolesterol atau tekanan darah tinggi,” ujar Prof Tati yang merupakan Guru Besar Fakultas Teknik Elektronika dan Informatika ITB, di sela-sela acara seminar ‘Don’t Worry Be Happy After Stroke’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (3/12/2010).

Pagi sebelum terserang stroke, Prof Tati belum merasakan gejala yang berarti. Ia mengaku bahkan sempat rapat dan melakukan rutinitasnya di kampus ITB.

“Paginya saya cuma merasa sedikit pegal-pegal. Tapi saya tidak terlalu mempedulikannya, karena waktu itu saya lagi sibuk dan ada rapat juga. Tapi pas siang-siang itu, sekretaris saya bilang kalau jalan saya agak limbung, goyang kaya mau jatuh. Terus jalan saya dibantu pakai payung,” kenang Prof Tati yang terkena stroke saat usia 52 tahun.

Malamnya, lanjut Prof Tati, kaki dan tangan kirinya sudah tidak bisa digerakkan, rasanya mati rasa. Tapi ia mengaku masih bisa berbicara, walaupun bibir agak mencong.

Malam itu ia langsung dilarikan ke UGD dan didiagnosa mengalami serangan stroke.

“Saya dirawat di rumah sakit selama 2 minggu. Dan selama 2 bulan saya tidak bisa melakukan apa-apa,” jelas Prof Tati yang kini berusia 58 tahun.

Prof Tati mengaku menjalani hampir semua macam terapi untuk memulihkan kondisi pasca strokenya, termasuk terapi alternatif seperti akupunktur, tusuk jarum, herbal, acupressure dan berbagai terapi lain yang diusulkan teman-temannya.

“Terakhir saya masih terapi tusuk jarum, disamping obat-obatan medis juga tidak boleh putus. Sekarang sih kondisi saya sudah jauh mendingan, tapi saya kurang sabar dan kurang telaten, jadi agak lama pulihnya. Tapi obat-obatan untuk pasien stroke memang harus diminum seumur hidup,” tutur Prof Tati saat dihubungidetikHealth.

Prof Tati mengatakan keluarga bisa menjadi penolong yang bisa membantu stroke survivors sembuh dengan lebih cepat. Tapi kadang keluarga yang terlalu mengasihani justru membuat pasien tak kunjung sembuh karena tidak bisa mandiri.

“Kunci utamanya adalah pasien dan keluarga pasien harus mau menerima dan melakukan adaptasi dengan keadaan tersebut. Pasien tidak boleh cengeng dan keluarga juga tidak boleh mengasihani pasien. Dikasihani itu tidak enak,” kata Prof Tati.

Tapi terkena serangan stroke justru memberikan ide baru bagi Guru Besar ITB ini. Setelah selamat dari serangan stroke enam tahun lalu, Prof Tati kini tengah mengembangkan alat bantu untuk pasien stroke dengan hanya menggunakan pikiran tanpa menyentuhnya yang dinamakan Brain Computer Interface (BCI).

“Dengan BCI, kita menggunakan sinyal dari otak untuk dapat menggerakkan benda tanpa menyentuhnya. Jadi seperti di film Avatar, pasien stroke nantinya bisa menggerakkan apa saja cukup dengan pikiran di kepalanya. Saya harap nantinya alat ini benar-benar bisa diaplikasikan untuk membantu pasien stroke dan pasien berkebutuhan fisik lainnya,” harap Prof Tati.

Prof Tati mengatakan, teknologi BCI ini masih dalam tahap awal riset dan pengembangan. Namun adanya kenyataan ini merupakan langkah positif dalam mewujudkan harapan orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik seperti pasien stroke untuk dapat memiliki tangan atau kaki yang dapat bebas digerakkan sesuai pikiran, tanpa harus menyentuh

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: