Waspada Diare dan Penyakit Pernapasan Pada Korban Sinabung

img
Pengungsi Sinabung (dok.detiknews)

Jakarta, Pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung mencapai 20 ribu jiwa. Pada lingkungan pengungsian, masalah-masalah kesehatan harus menjadi perhatian khusus, terutama yang berhubungan dengan masalah diare, pencemaran makanan dan penyakit saluran pernapasan.

Debu yang dikeluarkan oleh gunung meletus ini biasanya mengandung mineral kuarsa, kristobalit atau tridimit. Mineral ini adalah kristal silika bebas yang diketahui dapat menyebabkan silicosis (melumpuhkan dan berpotensi menimbulkan akibat fatal terhadap paru-paru).

Sedangkan gas yang timbul akibat gunung meletus adalah uap air (H2O), diikuti oleh karbon dioksida (CO2) dan belerang dioksida (SO2). Selain itu ada juga gas-gas lain dalam jumlah kecil seperti hidrogen sulfida (H2S). hidrogen (H2), karbon monoksida (CO), hidrogen klorida (HCl), hidrogen fluorida (HF) dan helium (He).

Gas-gas ini pada konsentrasi tertentu bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, bronkhitis atau bronchopneumonia, mengganggu selaput lendir dan saluran pernapasan, iritasi kulit serta bisa juga mempengaruhi gigi dan tulang (untuk paparan HF).

“Kita harus tetap waspada penyakit-penyakit seperti diare maupun keracunan makanan dan penyakit saluran pernapasan,” jelas Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, disela-sela acara Pelantikan Pejabat Struktural Eselon II di Lingkungan Kemenkes RI, di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Tapi menurut Menkes, sampai saat ini belum ada laporan seperti kasus tersebut. Dari 20-an ribu pengungsi, sekitar 10 persen sudah pernah berobat, tapi masalah kesehatannya belum menunjukkan penyakit yang serius.

“Nantinya, yang kita harus siap dengan masalah di lingkungan pengungsian, seperti misalnya masalah karena kurangnya sanitasi ataupun masalah makanan yang tercemar,” ujarnya.

Selain itu, Menkes menuturkan bahwa kesehatan lingkungan pengungsian juga harus baik, seperti pembuangan air dan pembuangan sampah yang harus diatur.

Sejak Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara mengeluarkan asap tebal, Kementerian Kesehatan RI telah mengirimkan bantuan secara komulatif berupa 60.000 masker, 22 troli obat-obatan untuk saluran pernapasan dan mata, makanan pendamping ASI serta alat-alat kesehatan lingkungan.

Semua penyaluran bantuan dikoordinir di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar tidak terjadi duplikasi dan pendistribusiannya lebih terkoordinir.

“Tentunya kita memberikan masker untuk maksud dipakai, terutama untuk yang radiusnya dekat dengan gunung yang sedang aktif. Tapi saya kemarin melihat di televisi, ada yang pakai masker ada yang tidak. Jadi saya harapkan ini dibagikan untuk dipakai,” himbau Menkes.

Menkes sendiri akan meninjau langsung ke lokasi pengungsian pada tanggal 2 September 2010. Menkes berharap dapat memberikan semangat pada jajaran kesehatan yang bertugas serta melihat langsung kondisi disana, sehingga tahu apa yang dapat dilakukan lagi untuk membantu korban benca

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: