Jet Lag Cenderung lebih parah saat terbang ke timur

img
Ilustrasi (foto: Thinkstock)

Jakarta, Terbang melintasi beberapa zona waktu selalu berisiko memicu jet lag, yakni kesulitan untuk beradaptasi dengan perbedaan siklus siang dan malam. Dibandingkan saat terbang ke arah barat, jet lag akan lebih parah saat menuju arah timur.

Saat pesawat terbang ke arah timur, waktu relatif berjalan lebih cepat karena menuju atah matahari terbit. Sebaliknya ketika pesawat terbang ke arah barat, waktu relatif akan berjalan lebih lambat karena semakin mendekati arah matahari tenggelam.

“Sejak lama kami meyakini, baik pada manusia maupun makhluk lain, adaptasi dengan waktu yang berjalan lebih cepat akan lebih sulit dibandingkan saat waktu berjalan lebih lambat,” ungkap Horacio de la Iglesia dari University of Washington seperti dikutip dari Health24, Selasa (25/10/2011).

Saat memasuki wilayah dengan perbedaan zona waktu yang ekstrem, otak sebenarnya akan melakukan penyesuaian dalam mengenali siklus gelap terang. Namun seperti disampaikan oleh Horacio, penyesuaian ini akan lebih sulit dilakukan ketika zona waktunya dipercepat.

Penyesuaian terhadap perubahan zona waktu itu, menurut Horacio terjadi di bagian otak yang disebut suprachiasmatic nucleus. Ketika waktu berjalan lebih cepat, kerja suprachiasmatic nucleus akan lebih berat dibandingkan ketika harus menyesuaikan waktu yang berjalan lambat.

Perbedaan ini diungkap oleh Horacio ketika melakukan eksperimen dengan hamster. Ia mengamati aktivitas otak hamster ketika dibawa dengan pesawat dalam penerbangan jarak jauh ke arah timur, lalu membandingkannya dengan saat diterbangkan ke arah barat.

Hasil eksperimen yang dilakukan oleh Horacio sejalan dengan teori yang ia kemukakan sebelumnya dan telah dipublikasikan secaraonline dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Pada umumnya, jet lag tidak menyebabkan gangguan yang serius namun dirasakan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Misalnya pada siang hari ketika seharusnya beraktivitas, otak menganggapnya malam hari sehingga tubuh secara otomatis mengirim sinyal rasa kant

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: